Investasi Dalam Forex

AdsenseCamp

Friday, 22 August 2014

Elegi Sebuah Hati

Terlalu pagi aku harus pergi
Menghapus jejakmu yang telah usai
Berharap malam tak akan berakhir
Pada mentari yang telah hadir
Mimpi indah tentang cinta
Yang telah tersisih...
Tentang dia
Yang telah memilih

Tapi pagi telah menjelang
Embun pagi pun menghilang
Cahaya pagi awali hari
Meninggalkan kenangan tak berarti
Bahwa hidup harus tetap berjalan
Meski cintamu tak aku dapatkan
Tapi aku merasa bahagia
Pada kenyataan dirimu yang pendusta

Asa yang kau taburkan adalah semu
Cinta yang kau tanam adalah palsu
Dan hukum dari Yang Maha Tahu
Akan berlaku padamu
Dia yang telah kau buru
Semoga bukan sang penipu

By: Yudi Al Fakir
22082014

Monday, 4 August 2014

Indah



Indah, adalah impian setiap insan
Begitupun aku yang mengenal dari namamu
Meski mataku belum melihatmu seperti apa
Tapi pribadimu telah meyakinkan hatiku
Entah apakah aku bisa menitip harapan padanya
Yang terpisahkan oleh jarak dan waktu
Tapi cinta tak pernah mengenal kata lelah
Dalam mencari celah untuk bersatu

Indah, kini telah menjadi sebuah asa
Untuk membalut jiwa yang pernah terluka
Biar pun terpisah oleh gunung dan samudera
Bias rasaku tetaplah menyala
Dalam gelap yang begitu kelam
Sapa mu adalah sebuah cahaya
Yang telah lama aku nantikan...

Indah, semoga akan tetap bertahan
Dalam memberi kedamaian dan harapan
Semoga tetap memberi kesejukan
Di setiap mata yang memandang
Semoga tetap memberi kekuatan
Di setiap jiwa yang lemah dan lelah
Hingga kau ikhlaskan dalam kenyataan
Kaulah cinta yang aku dambakan


By: Yudi Al Fakir
040814

Sunday, 20 July 2014

Asa Dalam Cinta

Bila ku tak lagi terlihat
Bahkan tak terdengar pula sayupnya
Tak berarti aku telah hilang
Meski hidup memang terasa begitu perih
Percayalah cinta tak pernah merasa letih
Sunyi dan sepi dalam kesendirian
Tak lantas membuatnya layu dan mati
Tersenyumlah dan teruslah tersenyum
Di setiap hari yang kamu lalui
Karena aku ingin melihatmu bahagia
Tak perlu lah kau tertusuk perih luka
Meskipun harapan telah sirna disapu mega
Tapi rasa cinta tetap menyala
Sinarnya yang terang menelusuri lorong yang gelap
Demi kau tak lagi tersesat
Dalam menggapai mimpi dan harapan


By: Yudi Al Fakir
20072014

Friday, 18 July 2014

Sajak Indah Tanpa Hiasan

Untukmu, yang aku sayangi di sana…
Detik terus berganti tanpa bisa kau tahan
Meninggalkan selaksa rasa kehidupan
Dan hari ini usiamu telah berganti
Masih tanpa sebuah makna yang tergali
Meski hari jadi telah terulang sekian kali
Rapuh jiwamu tanpa sebuah keyakinan
Dan ketakutanmu akan masa depan
Telah menjadi aral dalam perjalanan
Semoga sebuah sajak tanpa hiasan ini
Bisa menjadi hadiah kecil untukmu
Dan mampu membuatmu tersenyum di saat sendiri
Maaf, tak ada yang lain bisa aku beri
Karena bagiku, sebaik baik pemberian adalah do’a
Bahagialah meski aku tak lagi kau dengar
Bahagialah meski aku tak lagi kau lihat
Bahagialah meski aku tak lagi kau sapa
Bahagialah hari ini, esuk dan seterusnya
Aamiin…


By: Yudi Al Fakir
18072014

Tuesday, 24 June 2014

Rasa Yang Tetap Terjaga

Ketika bibir ini tak lagi mampu berucap
Masih adakah yang bisa menyampaikan?
Akan jiwaku yang resah dan lemah,
Hati yang terkoyak oleh kesalah pahaman
Sedang mataku pun tak lagi mampu melihat
Telinga juga tak sanggup mendengar
Tinggalah jari jari ini yang mejadi tumpuan
Untuk menuliskan segala rasa yang terpendam
Sebuah rasa cinta yang tak tersampaikan
Akhirnya abadi dan membeku dalam jiwa
Karena kini aku telah tiada untuk berkata
Aku bawa pergi bersama kesedihan yang dalam
Tanpa arah dan tujuan aku pun menghilang
Sepi, hening dan begitu mencekam jiwa
Dalam cermin hatiku wajahmu yang sinis menjelma
Menertawakanku yang bodoh dengan keadaan
Perih, sedih untuk aku kenang
Kau yang aku harapkan tak pernah percaya
Kau yang aku sayang tak pernah merasa
Bahkan hingga saat aku tiada tak jua tersadar
Ada sebuah cinta yang terlalu rela
Ada sebuah rasa yang terus berharap
Semoga kau bahagia di sana
Aku pergi bukan untuk melupakan
Aku pergi membawa cinta tak terungkap
Aku pergi untuk membalut luka yang  terkoyak
Tapi hatiku akan tetap tinggal di sana
Karena rasa ini hanya ada untukmu
Biarlah di sini aku lalui hari dalam kehampaan
Menikmati kesedihan dalam kesendirian
Menebus kesalahan dengan perbaikan jiwa
Semoga aku bisa menerima kenyataan yang ada
Bahwa aku telah salah,
Bahwa aku telah kalah
Untuk mendapatkan cinta dan sayangmu
Biarlah orang lain sinis dan tertawa
Rasaku akan tetap terjaga untuknya
Meski aku sadar ini sebuah kesalahan
Meski aku tahu ini sebuah kebodohan
Tapi itulah kesetiaan yang sebenarnya
Meskipun dia tak pernah menyadarinya



By: Yudi Al Fakir
240614

Friday, 20 June 2014

Asa Dalam Diam

Rasa lelah dalam penantian itu ujian
Seberapa kuat rasa ini untukmu
Saat kau tak peduli dan meninggalkan
Nyata rasa yang ada ini tetap utuh

Saat aku menjauh dalam diam
Sungguh rasa rinduku semakin menyatu
Karena jauhku bukan untuk melupakan
Melainkan meninggalkan hayalan semuku

Aku berharap, tapi terluka olehnya
Menyayangimu adalah kesalahanku
Yang tak pernah kau harapkan
Tapi, cinta punya caranya untuk bersatu

Bila cinta ini tak berbalas
Biarkan waktu yang membuatnya layu
Menunggu mati untuk kemudian didamparkan
Di tepi kehidupan yang kaku dan bisu

Bila nanti kamu merasa kehilangan
Sungguh aku di sini masih menunggu
Sentuh dan jemputlah rasaku yang setia
Karena ini bukan harapan apa lagi rayuan
Tapi, ketulusan dalam menanti
Dan aku yakin cintamu masih melayang
Menunggu jatuh di ribaan kalbu


By: Yudi Al Fakir
200614

Saturday, 26 April 2014

Bias Luka si Pencari Cinta

Perlahan anganku lepas mengembara
Menyapa lembayung senja nan merona
Aku lihat bias wajahmu pelan menjelma
Di sela mega putih yang berarak
Dari samar samar terlihat semakin jelas
Seulas senyum manis kau sunggingkan
Dan sesaat itu pun aku menjadi lupa
Akan keruhnya rasa jiwa yang terkoyak
Sayang itu hanya sekejap mata
Sedetik kemudian gambar wajahmu pun sirna
Tersaput mega hitam yang tiba tiba datang
Langitku kembali menjadi kelam
Hati ini gelisah dalam sebuah pencarian
Adakah dirimu membawa satu cinta,
Untukku yang akrab terluka karenanya.
Ataukah ini sekedar hayalan murah semata?
Bias luka dari si Pencari Cinta.
Dan bila mata ini aku pejam,
Kembali wajah ayumu menghias pelupuk mata
Tapi siapa dirimu adanya...
Datang dan bersemayamlah dalam peraduan jiwa
Membalut perih luka yang pernah tercipta
Rengkuhlah cintaku yang setia
Menanti ikhlasmu datang menyapa.


By: Yudi Al Fakir
26042014